Iman Yang Teruji

0
43

1 Petrus 4:12 (TB) Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luarbiasa terjadi atas kamu.

Shalom saudara-saudara, tahukah kita bahawa iman kita harus mengalami ujian untuk melihat sejauh mana keteguhan dan kesetiaan iman kita kepada Tuhan? Itu sebabnya saat kita mengalami kesusahan yang berat sehingga kita merasa seolah-olah kita sedang dibakar oleh api, maka janganlah heran dan janganlah kecewa dengan Tuhan kerana itulah ujian terhadap iman kita.

Iman yang teguh teruji dalam dua situasi:

1. Melalui penderitaan, seperti: penyakitan, kemiskinan, atau dianiaya samada secara fizikal atau emosional.

2. Melalui hidup yang nyaman dan membahagiakan, seperti: sihat, sukses, dan situasi lainnya yang dapat membuat seseorang merasa tidak perlu pertolongan orang lain.

Kitab Daniel 1:6-17 mengatakan bahawa Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya adalah beberapa orang di antara sekian banyak penduduk Israel yang dibawa ke Babel untuk dijadikan tawanan (6). Sebagai tawanan perang, mereka tidak memiliki kemerdekaan. Salah satu bentuk hilangnya kemerdekaan adalah penggantian nama. Misalnya, Daniel diubah menjadi Beltsazar, Hanaya menjadi Sadrakh, Misael menjadi Mesakh, dan Azarya menjadi Abednego (7). Nama baru itu disesuaikan dengan penamaan bangsa Babel. Nama baru itu mengacu pada nama para dewa Babel. Contohnya, nama Daniel yang berarti “Allah adalah hakimku” diubah menjadi Beltsazar yang artinya, “Bel melindunginya”.

Hidup di tanah pembuangan bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan, termasuk dalam hal menjalankan keyakinan. Orang-orang Israel hidup di tengah-tengah bangsa yang tidak percaya Tuhan yang Esa (monoteis). Di sini keteguhan iman mereka diuji. Contohnya, sebagai seorang yang takut akan Tuhan, Daniel berjuang untuk mempertahankan imannya. Sebagai seorang pembantu, ia berketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja (8). Ia tidak berupaya menutup-nutupi keyakinannya di hadapan banyak orang, termasuk kepada pimpinan pegawai istana. Iman Daniel pada Tuhan itu berbuah manis. Allah mengaruniakan kepadanya kasih sayang dari pemimpin istana (9). Meskipun ia tidak makan makanan sesuai standar istana, perawakan mereka lebih bugar (15). Selain itu, Allah mengaruniakan kepada keempat orang itu pengetahuan, kepandaian, dan hikmat (17).

Kegigihan Daniel menjaga imannya bukan perkara mudah. Ia berusaha untuk melakukannya dengan setia. Buah dari keteguhan imannya adalah ia dikasihi Allah dan dikasihi oleh sesama manusia.

Perjuangkanlah keteguhan iman kita walau dimana pun kita berada dan apapun bentuk kesusahan yang kita alami.

Kerana apabila kita terus setia memelihara keteguhan iman maka kita pun akan menjadi orang yang sangat dikasihi Allah, dan kita pun akan menerima mahkota kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here