Maria Menjadi Alat Di Tangan Tuhan

0
54

Lukas 1:30-31, 38 (TB) Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Shalom saudara-saudara, Tuhan itu luarbiasa dan maha ajaib Ia dapat saja melakukan segala perkara termasuk dapat menurunkan Yesus kebumi tanpa melalui proses kelahiran. Namun bagi Allah kehendak-Nya adalah supaya Tuhan Yesus yang diutus ke dunia ini untuk menyelamatkan umat manusia dari dosanya haruslah melalui proses kelahiran dan Maria adalah pilihan Allah untuk menjadi alat ditangan-Nya untuk melahirkan sang juruselamat dibumi yakni Tuhan Yesus.

Untuk menjadi alat ditangan Tuhan bukanlah mudah, ia memerlukan pengorbanan terkadang harus mengorbankan harta benda sendiri, pekerjaannya atau bisnesnya bahkan nama baiknya sendiri. Walau pun Maria telah mengatakan kepada malaikat Gabriel: “JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU”, namun sebenarnya ada pergumulan berat dihatinya apa lagi dengan statusnya yang belum kawin, apa kata orang disekelilingnya kalau ia tiba-tiba saja mengandung? pasti risikonya sangat tinggi selain dipermalukan mungkin saja akan ditinggalkan oleh tunangannya Yusuf kerana dianggap telah melakukan percabulan. Namun pergumulan Maria telah dijawab Tuhan sehingga apa yang ia khuatiri sebelum ini tidak berlaku keatas dirinya kerana setelah Tuhan berbicara kepada Yusuf didalam mimpi maka Yusuf pun siap menerima Maria menjadi isterinya dan tidak meninggalkannya seperti yang telah direncanakannya secara diam-diam.

Ada satu rahasia bagaimana Maria mendapat kekuatan untuk menanggung sebarang kemungkinan yang bakal ia alami yaitu: Maria telah menghambakan diri kepada Allah tidak peduli baik atau tidak keadaanya, ia telah mengambil keputusan untuk menjadi hamba Allah. Seorang hamba ia tidak berani membantah kepada tuannya. Apa yang ditugaskan oleh tuannya ia selalu siap melaksanakannya tidak kira ringan atau berat, bahaya atau tidak, penat atau bagaimana ia tetap menjalankan tugasnya, demikianlah Maria. Itu sebabnya Maria katakan “sesungguhnya aku ini hamba Allah, jadilah padaku menurut perkataanmu”.

Sebagai hamba Allah, kita terpaksa harus menghadapi banyak tentangan, rintangan, serta masalah yang ditimbulkan oleh Iblis dengan tujuan mencegah kita daripada menaati panggilan Tuhan untuk menjadi alat ditangan Tuhan. Namun apabila kita sedar bahawa kita adalah hamba Tuhan tidak peduli baik atau tidak keadaan yang bakal dihadapi, pasti kita mendapat kekuatan dan kemampuan untuk mengharunginya sebagaimana kepada Maria tadi. Sebab itu mulai katakan dihadapan Tuhan hari ini: “sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu” pasti kita diberi kekuatan untuk menjadi alat ditangan Tuhan.

Apakah hanya para pastor, Rev. atau pemimpin-pemimpin gereja sahaja yang disebut hamba? Tidak! Sesungguhnya semua orang percaya adalah hamba Tuhan. Yakni hamba Tuhan dalam hal melakukan segala yang baik termasuk aktif datang kedalam kebaktian, melibatkan diri kedalam aktiviti-aktiviti gereja, serta pelayanan-pelayanan lainnya. Kesemuanya memerlukan pengorbanan dan kesetiaan dengan sikap menghambakan diri kepada Allah.

Sesungguhnya kita semua adalah hamba Tuhan, sebab itu ambilah sikap menghambakan diri kepada Tuhan dan katakan dengan iman hari ini “sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan Tuhan”, pasti kita menerima kekuatan dan kemampuan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk kita lakukan sebagai hamba-Nya.

Kerana kita adalah hamba Tuhan, dipilih menjadi alat Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya seumur hidup kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here