FeaturedRenungan

Terus maju

By December 20, 2017 No Comments

PEMBACAAN: Matius 14:19-23 (TB) Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Shalom saudara-saudara, tahukah kita bahawa setelah Yesus mengadakan mujizat memberi makan kepada 5,000 lebih orang, kemudian Ia segera memerintah murid-murid-Nya naik ke perahu mendahului-Nya ke seberang hanya kerana hendak berdoa kepada Allah Bapa secara sendirian di atas bukit?

Biasanya apabila mengalami hal yang luar biasa atau mendapat kecukupan yang lebih daripada cukup, kita terus berdiam dan menikamati hal itu sahaja, tidak mau maju lagi, dan mulai bermegah. Tetapi bagi Yesus, Dia tidak mau berhenti sampai disana sahaja, Dia mau terus maju, maju, dan terus maju. Walau pun sudah mengalami hal yang luar biasa, namun masih mau maju kerana ada lagi hal yang lebih hebat, lebih mulia, bahkan masih banyak hal baru didepan.

Kalau kita terus berdiam dan hanya menikmati pencapaian kerohanian yang kita sedang alami lalu tidak mau maju lagi, akhirnya hal itu pun akan menjadi tradisi sahaja. Ingatlah kalau sudah menjadi tradisi lama-lama kita pun akan sejuk dalam Tuhan, kemudian akhirnya akan jauh dari Tuhan.

Itu sebabnya selepas kita mengalami hal yang luar biasa, kita tidak boleh bermegah diri sendiri, hanya duduk disana, dan rehat. Kita mesti pindah ke peringkat seterusnya. Oleh kerana Tuhan adalah Allah yang maha besar, apa yang sedang kita alami itu pada pemandangan Allah masih sangat kecil, itu sebabnya kita harus terus pergi ke laut kasih karunia, supaya dapat masuk ke lautan kasih karunia yang lebih dalam lagi.

Setelah orang banyak itu disuruh pulang, Yesus sendiri naik ke atas bukit untuk berdoa sendirian supaya Dia pun berdoa untuk maju, maju, dan terus maju.

Jangan berpuasa hati dengan pencapaian, kemajuan, dan pengalaman pekerjaan Tuhan yang luarbiasa yang kita sedang alami sekarang lalu berhenti tanpa melakukan apa-apa lagi.

Sebaliknya justru dengan pengalaman-pengalaman yang kita anggap luarbiasa itulah menjadi motivasi untuk kita lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan mencari wajah-Nya lebih banyak didalam doa, maka kita pun akan lebih maju, maju, dan terus maju didalam Tuhan.

Hebats Editor

Hebats Editor

Penulis lead editor dan founder untuk laman web Hebats.Com, bermula daripada hobi rekabentuk grafik, muzik dan membaca artikel, sehinggalah perkongsian melalui laman web ini.

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com