Kekuatan di dalam Kelemahan

0
32

2 Korintus 12:9-10 (AVB) Tetapi firman-Nya, “Cukuplah kasih kurnia-Ku bagimu, kerana kekuatan-Ku menjadi sempurna dalam kelemahan.” Oleh itu, aku paling rela berbangga tentang kelemahan-kelemahanku, supaya kuasa Kristus menaungiku.

Oleh itu, aku rela menanggung pelbagai kelemahan, celaan, kesempitan, penganiayaan dan kesusahan untuk Kristus; kerana apabila aku lemah, ketika itulah aku kuat.

2 Corinthians 12:9-10 (NET) But he said to me, “My grace is enough for you, for my power is made perfect in weakness.” So then, I will boast most gladly about my weaknesses, so that the power of Christ may reside in me.

Therefore I am content with weaknesses, with insults, with troubles, with persecutions and difficulties for the sake of Christ, for whenever I am weak, then I am strong.

Bacaan: 2 Korintus 12 : 1- 10. Kelemahan adalah suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan sebab adanya suatu peristiwa yang terjadi di mana kita tidak punya kuasa menolaknya.

Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, tidak kira itu secara fizikal, emosi atau intelek. Sebab tu lah tidak seharusnya seseorang itu bermegah atau membanggakan diri sendiri. Bila kita merasa memiliki banyak kelemahan, kita tidak seharusnya kita menjadi takut, dan mengasihi diri sendiri, karena sesungguhnya semua orang mesti ada kelemahan, even superhero.

Mungkin masa ni kita merasa berada dalam kelemahan kerana limitation dalam kewangan (hidup dalam kekurangan atau tidak mampu secara ekonomi), terbatas secara pendidikan (tidak masuk universiti contohnya), keterbatasan secara fizikal (cacat, ada sakit penyakit, oku) atau juga keterbatasan emotional (trauma, sakit hati, kepahitan) dan lainnya.

Dari kesemuanya itu ada satu hal yang harus kita perhatikan iaitu kelemahan bukanlah masalah utama, namun yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan ketika kita menyedari bahwa ada kelemahan dalam diri kita. Do something kerana kita tau kita lemah.

Adakalanya Tuhan mengizinkan kelemahan terjadi dalam hidup kita, dengan tujuan agar kita belajar rendah hati dan juga untuk menunjukkan kuasaNya atas kita.

Tuhan tidak pernah terkesan dengan orang-orang yang merasa dirinya pintar, kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri, tetapi sangat tertarik kepada orang-orang yang menyedari dan mengakui keterbatasan atau kelemahannya.

Banyak kisah dalam Alkitab tentang orang-orang biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa. Contohnya Musa, sebelum menjadi pemimpin besar Israel, ia adalah orang yang tidak percaya diri dan merasa tidak layak.

Ingatlah, walaupun kita memiliki kelemahan, Tuhan tidak dapat dibatasi oleh keterbatasan kita. Kita adalah bejana-bejana tanah liat, Dialah potters-nya. Saat kita izinkan Tuhan bekerja melalui kelemahan kita, Dia akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa.

– Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Tuhan karena Dia yang memberi kekuatan ( Filipi 4:13).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here