Ketika Anda Menghadapi Kegagalan

0
17

[Diterbitkan menurut artikel asal tanpa sebarang pengubahsuaian]

ImageAllah mengetahui kondisi Anda dan ikut merasakan kesedihan Anda
Mazmur 139: Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kau maklumi. (ayat 1-3)

Suatu janji yang dapat kita pegang
Mazmur 37: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. (ayat 23-24)

Perhatiannya tidak pernah goyah
2 Tawarikh 16: Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. (ayat 9)

Gunakanlah situasi yang tidak menguntungkan untuk lebih mendekat kepada Allah
Mazmur 27: Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (ayat 4)

 

Ingatlah kuasa yang ada di tangan Anda
Efesus 1: ….dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,  yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga. (ayat 19-20)

Pusatkan perhatian untuk menemukan tujuan Allah bagi hidup Anda
Yakobus 1: Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya. (ayat 5)

Dia menjanjikan pertolongan dan bimbingan untuk masa depan yang lebih baik
Amsal 3: Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu (ayat 1-2)

Sulit sekali untuk bersikap objektif bila kita telah gagal. Ketika Milais pertama kali mempertunjukkan dramanya Ophelia pada tahun 1825, seorang kritikus mengomentari sebagai “Oh, gagal!” dikatakan bahwa sejak saat itu Milais dihantui oleh perkataan tersebut sepanjang hidupnya.

Ketika mengalami kegagalan, merenunglah sesegera mungkin dan dalam doa mulailah menganalisis penyebab kegagalan itu. Pertimbangkan kemungkinan bahwa Allah mengizinkan kegagalan karena ini merupakan bagian dari rencana-Nya dalam hidup Anda. Banyak orang yang akhirnya menyadari bahwa Allah mengizinkan kegagalan dalam hidup mereka untuk memberi tahu mereka agar beralih ke bidang pelayanan lain.

Tetapi jika setelah berdoa dan merenungkan Anda yakin bahwa Allah tetap mengizinkan Anda di dalam kegiatan yang sama, maka sebaiknya Anda bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku ikut andil dalam kegagalan ini karena tidak cermat mempersiapkan segi positif dan negatif, tidak mempertimbangkan prinsip moral, kurang peka terhadap perasaan orang lain,…dan sebagainya. Setelah belajar dari kegagalan ini, cobalah lagi.

Sebuah poster Kristen yang pernah kulihat di sebuah toko buku memperlihatkan gambar seorang pria yang melipat tangan dengan wajah yang memperlihatkan keputusasaan. Tertulis di kaus yang dipakainya pengakuan: “Aku menyerah”. Di sudut poster ini, samar-samar terlihat gambar sebuah bukit hitam dengan sebuah salib kecil diatasnya. Kata-kata ini tercetak di bawah poster itu: “Aku tidak menyerah”. Satu-satunya Pribadi yang telah mengalahkan semua rintangan mengulurkan tangan-Nya kepada Anda. Peganglah tangan-Nya dan bila rencana yang lain belum ditunjukkan-Nya kepada Anda, cobalah lagi.

Bapa, aku melihat bahwa suatu kegagalan bukanlah kegagalan kalau hal ini membawaku lebih dekat kepada-MU. Tunjukkanlah kehendak-MU dan rencana-MU bagi hidupku, dan jika aku harus mencobanya lagi maka tolonglah aku untuk melakukannya di dalam kekuatan-MU dan bukannya dalam kekuatanku sendiri. Dalam nama Kristus aku berdoa. Amin.

Sumber : http://www.penjala.org/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here