Jangan Biarkan Pesan Injil Kemakmuran Membodohi Kita

0
45

Pesan Injil yang bersifat popular banyak mempengaruhi orang kristian zaman sekarang ini. Pesan itu dinamakan Injil Kemakmuran, kerana pesan tersebut menyatakan kepada orang percaya jika saja mereka mempunyai iman yang cukup, mereka bole mendapatkan kehidupan seperti yang mereka inginkan dari Tuhan termasuk kesihatan yang baik dan kekayaan yang bermakna. Akan tetapi, Injil Kemakmuran sebenarnya adalah berita buruk kerana memutarbalikkan pengajaran Injil. Di bawah ini beberapa langkah untuk kita menghindari bahaya pesan Injil Kemakmuran:

1. Carilah Tuhan, bukan berkat-berkat-Nya

Ya, Tuhan mengasihi dan ingin memberkati kita, tetapi Dia akan melakukannya sesuai dengan cara-Nya, menurut kehendakNya bukan kehendak kita. Berlawanan dengan teologi kemakmuran, Tuhan tidak menjanjikan untuk memberkati semua orang dengan kesihatan yang baik dan berlimpah kekayaan jika kita meminta Dia dengan iman, malah sebaliknya Tuhan menjanjikan sesuatu yang lebih baik, yaitu penyertaan-Nya. Kita boleh mengandalkan fakta bahwa Tuhan beserta kita dalam keadaan apapun. Tetapi berusaha menipu Tuhan agar memberikan apa yang kita inginkan pastinya tidak akan berhasil.

2. Kenalilah batas akan kekuatan sendiri

Ketika teologi kemakmuran memberitahu bahwa kita dapat berjaya jika memfokuskan fikiran-fikiran pada apa yang kita inginkan dan berdoa di dalam iman, kenyataannya kita tidak memiliki kekuatan untuk membuat apapun yang kita mau melalui mental dan usaha-usaha rohani. Alkitab dan sejarah penuh dengan contoh-contoh orang/pemikir-pemikir besar yg mempunyai iman yang teguh tetap saja menderita, sakit dan miskin. Tuhan tidak memilih untuk membebaskan orang-orang tersebut dari penderitaan meskipun Ia mengasihi mereka. Jika kita dapat merubah situasi hanya dengan perkataan iman, maka kita menyamakan diri dengan Tuhan dan hal tersebut berbahaya secara rohani karena percaya pada diri sendiri lebih dari percaya kepada Tuhan.

3. Mengerti nilai dari Penderitaan

Tuhan Yesus menyelesaikan misi-Nya melalui penderitaan di salib, sebaiknya kita tidak berusaha menghindarinya dengan cara apapun. Walaupun Yesus memilih untuk menderita selama Dia hidup di dunia, adalah sangat masuk akal untuk mengharapakan bahawa tujuan utama dalam kehidupan orang Kristen adalah semakin menjadi seperti Yesus dan tujuan itu akan melibatkan beberapa penderitaan.

4. Mempertimbangkan mengapa kita ingin diselamatkan

Teologi Kemakmuran sesungguhnya adalah filsafat tentang “diri sendiri” yang dibentuk untukk menyelamatkan diri dari keadaan yang tidak menyenangkan.

Sebaliknya, Injil yang benar menyatakan bahwa melalui hubungan dengan Yesus kita dapat diselamatkan dari dosa dan mengalami kehidupan kekal. Sadarlah bahwa kita sesungguhnya tidak dapat diselamatkan dengan mengandalkan usaha sendiri utk berhasil di dalam kehidupan. Kita harus bertobat atas dosa kita dan percaya dalam kekuatan Yesus dapat diselamatkan. Yesus sudah mati untuk dosa kita bukan untuk membuat kita menjadi makmur, tapi agar kita bisa mematikan keegoisan diri dan dosa yang merusak dan hidup benar dalam hubungan dengan Tuhan.

5. Berdoalah dengan benar

Injil Kemakmuran menghadirkan pendoa yang menggunakan doa sebagai alat utk mencoba mendapatkan Tuhan demi melakukan apa yg mereka inginkan. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan tidak menjawab doa-doa yg mementingkan diri sendiri, yang tidak menghormati Dia. Pendoa yg benar tidak meminta Tuhan utk memenuhi keinginannya tetapi meminta Tuhan seturut kehendak-Nya di dalam kehidupannya.

6. Mengertilah dan ketahuilah mana Iman dan yg bukan iman

Iman bukanlah formula ajaib yang dapat memberikan setiap apa yang kita minta di dalam hidup. Menurut Alkitab, iman adalah percaya di dalam Tuhan. Tempatkan iman hanya di dalam Dia lebih dari usaha sendiri utk memperoleh yang kita inginkan. Lepaskan anggapan yg salah tentang kemakmuran dan kemiskinan. Pesan Injil Kemakmuran bahwa kemakmuran materi berhubungan erat dengan kesehatan rohani merupakan kesalahan. Orang yang kaya rohani bisa saja secara keuangan miskin karena memilih mengikut Yesus, mereka melepaskan kekayaan utk membantu mencukupkan kebutuhan orang miskin.

7. Memberilah untuk alasan yang tepat

Daripada memberi sesuatu agar mendapatkan sesuatu (seperti mendonasikan uang utk pelayanan dengan berharap mendapat pahala utk itu) kita harus memberi hanya utk menggambarkan kasih kita kepada Yesus yang telah memberi segalanya utk kita. Tujuan memberi menurut teologi kemakmuran adalah untuk melayani diri sendiri, tujuan Injil yang benar terhadap memberi adalah untuk menghormati Tuhan dan melayani orang yg membutuhkan. Tuhan ingin kita memberi dengan sukacita dan murah hati tanpa mengharapakan apapun kecuali berkat rohani bukan berkat materi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here