Balas Kejahatan Dengan Kebaikan

0
34

2 Raja-raja 6:8-9, 15-23 (TB) Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: “Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.”Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: “Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.”

Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: “Butakanlah kiranya mata orang-orang ini.” Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: “Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari.” Lalu diantarkannya mereka ke Samaria.Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: “Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat.”Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria.Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: “Kubunuhkah mereka, bapak?”

Tetapi jawabnya: “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.”

Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.

Shalom saudara-saudara, kebanyakan manusia tidak dapat bertahan untuk tidak membalas dendam kepada orang yang berbuat jahat kepadanya. Ia dapat saja berkata hari ini harimu, tetapi dihari lain adalah hariku.

Tanpa berfikir panjang maka apa yang telah direncanakannya, lalu ia mulai melakukan pembalasan dengan cara seperti yang ia sudah fikirkan.Namun apakah hasilnya?apakah dia berjaya menyelasaikan masalahnya sehingga persengkitaan dengan orang itu berakhir?

Ketahuilah bahawa saat kita membalas dendam,hal itu malah menambah kemarahan seseorang denganmu, bahkan menambah masalah dan kerumitan sehingga hubungan dengan orang itu semakin renggang dan sukar dipulihkan.

Jika demikian halnya, bagaimanakah caranya agar hubungan baik dengan orang yang memusuhi kita dapat dipulihkan?

1. Doakanlah orang yang memusuhimu-ay.18,20.

2. Berbuatlah baik dengan orang yang memusuhimu-ay.21-23.

Pelajaran: Setelah raja Israel memberi layanan baik dengan menghidangkan makanan dan bukan sebaliknya membunuh gerombolan dari tentara orang Aram lalu membiarkan mereka kembali kepada tuannya dengan selamat, maka akibatnya mulai saat itu tidak ada lagi gerombolan dari Aram yang memasuki Israel untuk tujuan berperang.

APAKAH RESPON ANDA?

  • Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya balaslah kejahatan itu dengan kebaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here