Perkongsian

FOKUS YANG BENAR

By August 15, 2008 No Comments
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana
(Mazmur 90:12)

 

Kita menyebut tahun-tahun akhir hidup seseorang sebagai “usia senja”. Tetapi apakah masa itu benar-benar indah? Bagi sebagian orang, masa tua memang indah. Tetapi bagi banyak orang, bahkan bagi orang kristiani, usia senja mungkin penuh dengan kepahitan dan keputusasaan.

Untuk meminimalkan hal tersebut, kita harus menetapkan tujuan untuk memperoleh fokus yang benar sejak masih muda. Robert Kastenbaum memahami hal ini. Ia menulis, “Saya merasa semakin bertanggung jawab atas masa depan saya dan atas semua orang yang hadir dalam hidup saya. Jika diberi kesempatan hidup sampai tua, saya akan menjadi orang tua seperti apa? Jawaban pertanyaan itu sangat tergantung pada pribadi seperti apa saya saat ini.”

Ketika memerhatikan orang-orang tua yang merasa puas, saya mendapati bahwa fokus kitalah, bukannya perasaan kita, yang lebih menentukan orang macam apa kita kelak. Saya pernah mengunjungi wanita saleh berusia sembilan puluhan yang merasa setiap sendi dan bagian tubuhnya sudah renta. “Usia tua bukan untuk pengecut!” rintihnya jujur. Seperti biasa, rintihannya justru menjadi jalan untuk memuji kebaikan Allah. Fokus untuk mengucap syukur yang dimulai sejak masih muda, membelah awan dan memungkinkan sinar matahari menembusnya.

Entah bagaimana perasaan Anda, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Apakah itu salah satu ucapan syukur kepada Yesus dan anugerah kehidupan kekal yang diberikan-Nya? Jika demikian, Anda akan bertumbuh lebih menyenangkan seiring bertambahnya usia.


MENJADI PRIBADI SEPERTI APA ANDA KELAK

TERGANTUNG PADA PILIHAN-PILIHAN YANG ANDA AMBIL HARI INI

 

Hebats Editor

Hebats Editor

Penulis lead editor dan founder untuk laman web Hebats.Com, bermula daripada hobi rekabentuk grafik, muzik dan membaca artikel, sehinggalah perkongsian melalui laman web ini.

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com