Perkongsian

Rasa Cukup

By March 20, 2007 No Comments

ImageBicara tentang rasa cukup, di dalam doa Bapa kami Tuhan Yesus mengajarkan: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Allah memberkati kita dengan kelimpahan sehingga hidup kita selalu berkecukupan, dan bahkan kita dapat menjadi saluran berkat Tuhan buat orang lain (Yoh. 10: 10). Sesungguhnya berkat yang dapat kita terima hanya sebatas cukup, selebihnya berkat itu akan disalurkan Tuhan lewat hidup kita kepada orang lain. Allah kita Dahsyat, Dia tidak ingin melihat hidup kita sekedar diberkati tetapi Dia juga ingin kita dapat menjadi berkat buat orang lain.

Tidak jarang kita jumpai orang yang hidupnya diberkati tetapi tetap merasa kurang, ingat hal ini membuktikan bahwa rasa kurang itu bukan suatu keadaan tetapi persoalan sikap hati. Begitu juga sebaliknya dengan merasa cukup, itu bukan keadaan tetapi persoalan sikap hati. 

Sebagai orang percaya kita harus memiliki hati yang selalu merasa cukup. Paulus sendiri menjelaskan, jika ibadah kita disertai dengan rasa cukup, hal itu akan memberikan keuntungan besar.  Berarti jika ibadah di dasari oleh rasa kurang dan bersungut-sungut, maka tidak mungkin akan menerima berkat, juga mustahil dapat mengalami mujizat Tuhan.

Keuntungan besar yang kita terima di dalam ibadah yang disertai rasa cukup, diantaranya:

1.     Mendatangkan Perubahan dalam hidup.
2.     Mendatangkan Mujizat dalam hidup kita.
3.     Mendatangkan berkat yang berkelimpahan.

Tidak jarang kita jumpai seseorang berusaha merubah keadaan supaya dapat bersyukur kepada Tuhan, pada hal yang benar, bersyukur dahulu kepada Tuhan maka keadaan hidup kita akan merubah. Dan untuk dapat bersyukur kita harus selalu merasa cukup dengan apa yang ada. Seorang yang selalu merasa kurang, tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki, karena itu mudah terjerumus ke dalam berbagai pencobaan.

Berikut ini akan kita pelajari beberapa hal penting mengapa kita perlu memiliki rasa cukup, diantaranya sebagai berikut:

  1. Amsal 25: 16; Seorang perlu merasa cukup agar tidak menyia-nyiakan kemurahan Allah. Seorang yang selalu merasa cukup menyadari semua yang dimilikinya semata-mata karena kemurahan Tuhan. Seorang yang selalu merasa kurang, cenderung akan memaksakan kehendaknya, bahkan demi terwujudnya segala sesuatu yang ia inginkan rela melakukan apa saja, dan orang seperti ini biasanya menjadi seorang yang serakah dan tidak pernah merasa puas, akibatnya akan kehilangan kemurahan Allah.
  2. Roma 12: 3; Seorang perlu merasa cukup agar tidak hidup dalam dunia khayal. Alkitab mencatat, janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi kuasailah diri menurut ukuran iman, ini artinya kita harus memiliki rasa cukup supaya tidak hidup dalam dunia khayal. Demikian juga halnya dengan pergumulan hidup, setiap orang pasti punya  masalah, karena itu hadapi masalah hidup dengan tenang dan dengan bijak, jangan berkhayal. Tidak jarang hidup ini menjadi terasa berat hanya karena kita hidup dalam dunia khayal.
  3. Filipi 4: 11-13; Seorang perlu merasa cukup agar hidup di dalam kekuatan Allah. Ketika seorang merasa cukup maka ia menjadi kuat, tetapi ketika merasa kurang maka kita menjadi lemah. Meskipun air mata kita mengalir biarlah kita tetap  berkata, “Tuhan itu baik”, inilah ciri khas orang yang selalu mengucap syukur bahkan yang selalu mencukupkan diri dalam segala keadaan. Letak persoalan yang sering kita alami, kalau Tuhan jamah saya maka saya dapat bersyukur, tetapi kalau belum maka saya akan hidup dalam sungut-sungutan.

Kesimpulan

Kadangkala persoalannya bukan terletak pada masalah yang dihadapi, tetapi seringkali persoalan ada di dalam hati kita, karena kekurangan sesungguhnya bukanlah suatu keadaan, namun persoalan sikap hati. Bagi kita yang selalu merasa kurang pasti akan berpikir bahwa Tuhan tidak mau menolong, tidak melakukan mujizat, dan tidak menyatakan kasih setia-Nya pada kita. Karena itu marilah kita belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada dan bersyukurlah selalu kepada Tuhan atas segala rahmat serta kemurahan-Nya dalam hidup kita. Janganlah berusaha mengubah keadaan supaya bisa bersyukur, namun bersyukurlah dan cukupkan diri dengan segala yang telah Tuhan anugerahkan, maka secara otomatis kita akan merubah segala keadaan.

Sumber : http://www.glministry.com/

Hebats Editor

Hebats Editor

Penulis lead editor dan founder untuk laman web Hebats.Com, bermula daripada hobi rekabentuk grafik, muzik dan membaca artikel, sehinggalah perkongsian melalui laman web ini.

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com