Renungan : Perlindungan Kita

0
12

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti
(Mazmur 46:2)

 

Kebanyakan rumah dibangun untuk melindungi penghuninya dari pengaruh buruk cuaca. Akan tetapi, tidak demikian dengan rumah yang dibangun di Sukot. Selama hari raya Yahudi yang juga dikenal sebagai hari raya Pondok Daun, umat Allah tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari daun dan ranting. Syaratnya, bintang-bintang harus dapat dilihat melalui "atap" rumah itu.

Yang jelas, rumah ini kurang memberi perlindungan dari cuaca buruk. Namun, memang itulah tujuannya. Tinggal di dalam tempat tinggal yang rapuh ini mengingatkan orang Yahudi bahwa mereka harus selalu bergantung kepada Allah.

Pada zaman Nabi Yesaya, orang-orang menyombongkan suatu "tempat tinggal" yang sangat berbeda; mereka menjadikan kebohongan sebagai tempat untuk berlindung, dan dusta sebagai tempat persembunyian diri (Yesaya 28:15). Karena ketergantungan bangsa Israel pada hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah, Tuhan pun berkata kepada mereka melalui Nabi Yesaya, "Hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian" (Yesaya 28:17).

Orang-orang Sukot mengajak kita untuk memeriksa hidup yang kita jalani guna memastikan bahwa keamanan kita tidak terletak pada kebohongan, tetapi pada kebenaran Allah. Hari raya Pondok Daun mengingatkan kita bahwa seluruh kehidupan ini ditopang oleh kemurahan hati Allah.

Apabila kita menjadikan kebenaran sebagai perlindungan kita, tiada badai yang dapat mengancam kita, karena kita bergantung kepada Allah yang menopang kita – J

 

ALLAH MERUPAKAN TEMPAT TINGGAL YANG AMAN DI TENGAH BADAI KEHIDUPAN 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here