Music Rock

0
29

Musik rock selalu diertikan dengan penghujatan kepada Tuhan, diertikan dengan kesesatan, dan sebagainya. Memang tidak dapat kita nafikan bahwa musik rock banyak dipakai oleh para pemusik tersebut bukan untuk Kemuliaan Tuhan tetapi sebaliknya. Jika memang musik rock ini dikatakan demikian menurut pemikiran beberapa anak-anak Tuhan, tidak dapat dipersalahkan dan ada benarnya juga.
Namun pemikiran di atas kelihatannya terlalu dangkal karena hanya dilihat dari satu sisi saja. Pengertian musik adalah sesuatu yang luas, mencakup banyak aspek, bukan hanya satu saja. Dalam musik terdiri dari irama, keindahan, dan lirik. Jadi jika kita mengatakan bahwa musik rock adalah sesuatu yang tidak baik di mata Tuhan, kuranglah tepat dilihat dari aspek-aspek di atas.

Kebanyakan dan tidak dapat kita nafikan juga bahwa pemusik-pemusik rock banyak yang menghujat Tuhan lewat lagu-lagunya. Namun bukan berarti musik rock selalu tidak berkenan di mata Tuhan. Jika kita mengatakan bahwa lirik-lirik yang dibawakan para pemusik kebanyakan adalah penghujatan kepada Tuhan adalah benar. Namun bukan berarti irama, keindahan dari rock tersebut juga termasuk penghujatan.

Pengertian musik adalah sesuatu yang luas, mencakup banyak aspek, bukan hanya satu saja. Dalam musik terdiri dari irama, keindahan, dan lirik. Jadi jika kita mengatakan bahwa musik rock adalah sesuatu yang tidak baik di mata Tuhan, kuranglah tepat dilihat dari aspek-aspek di atas. Kebanyakan dan tidak dapat kita pungkiri juga bahwa pemusik-pemusik rock banyak yang menghujat Tuhan lewat lagu-lagunya. Namun bukan berarti musik rock selalu tidak berkenan di mata Tuhan. Jika kita mengatakan bahwa lirik-lirik yang dibawakan para pemusik kebanyakan adalah penghujatan kepada Tuhan adalah benar. Namun bukan berarti irama, keindahan, dsb dari rock tersebut juga termasuk penghujatan.

Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang musisi, musik layaknya seperti pisau. Jika pisau tersebut dipakai oleh para ibu rumah tangga untuk memotong sayuran, mengupas bumbu-bumbu, dsb, tentulah kita sepakat bahwa pisau ini sangat bermafaat baginya untuk membantu mempermudah pekerjaannya. Namun jika pisau ini dipakai untuk kejahatan, bagaimana? Jadi, pisau ini bergantung kepada yang mempergunakannya. Apakah untuk kebaikan atau kejahatan.

Sama halnya dengan musik. Bukan tidak mungkin jika irama dangdut bahkan irama keroncong diberi lirik-lirik penghujatan kepada Tuhan, jadilah juga musik dangdut atau keroncong yang sesat. Inilah kesulitannya bahwa karena kebanyakan musik rock dipakai iblis untuk kemuliaannya, maka jadilah seperti sekarang ini; musik rock adalah sesat. Namun sulitnya juga, anak-anak Tuhan bertoleransi kepada musik pop. Jika sebagian musik pop juga dipakai iblis baginya, banyak lagu-lagu pujian dan penyembahan berirama pop. Mengapa musik pop ini dapat ditoleransi? Saya tidak mendapat jawaban yang diinginkan dari mereka.

Tuhan menciptakan musik / pujian untuk KemuliaanNya. Semua yang Tuhan berikan adalah baik adanya. Iblis melihat ini dan ia pun ingin dipermuliakan. Dengan segala upaya dan kelicikannya, dia berhasil mencuri musik / pujian ini untuk dipergunakan bagi kemuliaannya. Jangan biarkan iblis terus mencuri media pujian kita bagi Tuhan. Ambil kembali yang telah iblis curi. Biarlah segala musik / pujian hanya bagi-Nya semata. Seorang bapak yang sangat mencintai irama keroncong, adalah sangat tidak bijaksana jika ia tidak dapat menikmati iramanya untuk dipakai memuji Tuhan. Demikian juga seseorang yang mencintai irama dangdut, jazz, rock, bahkan heavy metal sekalipun.

Ada seorang bapak yang mencintai garpu talanya. Setiap hari bahkan setiap saat, ia selalu membunyikan garpu talanya. Tiap-tiap saat orang disekitarnya hanya mendengar bunyi ting… ting… ting. Akhirnya ada seorang pemuda memberanikan diri bertanya kepada bapak ini, “Kenapa Bapak menyenangi hanya satu nada saja? Apakah nada itu-itu saja yang dibunyikan tidak membuat Bapak bosan?” Bapak ini menjawab, “Jika setiap saat saya membunyikan garpu tala ini, saya melihat Tuhan tersenyum kepada saya. Saya melihat Tuhan menerima dupa harum yang saya naikkan.” Itulah Tuhan kita.Tuhan yang selalu menerima apapun bahkan apa yang menurut manusia adalah sesuatu yang membosankan dan monoton, bagi Kemuliaan-Nya.

Saya pribadi tahu bahwa lagu yang saya bawakan di rumah meskipun dengan gitar tua yang mungkin sedikit fals dengan beriramakan rock bahkan heavy metal selalu menjadi dupa yang harum bagi Tuhan. Saya pribadi tahu,Tuhan selalu tersenyum pada saya sewaktu musik kegemaran saya dinaikkan bagi Kemuliaan-Nya. Dan saya pribadi tahu, puji-pujian yang saya naikkan bagi Tuhan dengan irama rock bahkan heavy metal adalah lebih berkenan diterima-Nya daripada saya menyanyi dengan irama pop atau slow, dimana saya merasa lebih dekat, lebih dapat menyembah, lebih memuji dengan irama kesayangan saya ini.

Jika Saudara menyenangi musik rock / heavy metal. Saya tahu bahwa sesuatu yang telah melekat pada pikiran kita sulit dibuang. Jangan buat dosa dengan mentolerir lagu-lagu kesesatan dalam hidup Saudara. Rubah, gubah, bahkan ciptakan pujian bagi Tuhan dengan irama yang cintai. Lihatlah, Tuhan tersenyum dan menerima dupa yang Saudara naikkan lewat irama rock yang berlirik pujian bagi Kemuliaan-Nya. Mari, kita rebut kembali apa yang telah dicuri iblis. Biarlah semua pujian yang dinaikkan hanya bagi Dia.

Jangan biarkan iblis tetap dimuliakan lewat irama yang telah dicurinya. Lihatlah, iblis gigit jari dan termenung; tidak ada lagi pujian bagi dia. Terpujilah nama Tuhan. Tuhan memberkati.

Sumber : Artikel Kristian di http://www.geocieties.com/giiioarai/artikel.html

SHARE
Previous articleTulang Rusuk
Next articleHidup adalah Proses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here