Renungan

Janganlah Menghakimi

By June 19, 2017 No Comments

Lukas 6:37 (TB) ” Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Shalom saudara-saudara, ada sepasang suami isteri tergesa-gesa berlari menuju ke sekoci (perahu penyelamat) untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi kecelakaan yg menimpa sebuah kapal pesiar yang akan tenggelam.

Tetapi saat sampai di sana, mereka menyedari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yg tinggal. Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang isteri hanya dapat menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum sekoci menjauh dan kapal itu benar-benar tenggelam.

Guru yg menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, menurut kamu semua, apa yang sang isteri itu teriakkan? Sebagian besar murid-murid itu menjawab : Aku benci kamu, egois, tak bertanggung jawab, tak tau malu.

Tapi ada seorang murid yg hanya diam saja, dan guru itu meminta murid yg diam itu menjawab, Kata si murid, saya yakin si isteri pasti berteriak… Tolong jaga anak kita baik-baik.

Guru itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya? Murid itu menggeleng, belum, tapi itu yang dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal kerana penyakit kronik.

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, Jawapan ini benar, kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka, dan bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku diari ayahnya, dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tuanya itu naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa ibunya menderita penyakit kanser dan akan segera meninggal.

Kerana itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dan dia menulis di buku diari itu, Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu, isteriku sayang, tapi demi anak kita, terpaksa dengan hati menangis membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.

Cerita itu selesai, dan seluruh kelas pun terdiam. Guru itu tahu bahwa murid-muridnya sekarang mengerti hikmah dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan dibaliknya yang kadang susah untuk di-mengerti.

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain bukan semestinya kerana mereka kaya, tapi kerana lebih menghargai hubungan daripada wang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh bukan kerana mereka bodoh, tapi kerana lebih menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yg minta maaf terlebih dahulu setelah bertengkar bukan kerana bersalah, tapi kerana lebih menghargai orang lain.

Mereka yg mengulurkan tangan untuk menolongmu bukan kerana merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah saudara.

Mereka yg sering mengambil berat bukan kerana tidak sibuk, tapi kerana kamu ada di dalam hatinya.

Akhir kata, jangan pernah menghakimi orang lain. Tuhan berkati.

Hebats Editor

Hebats Editor

Penulis lead editor dan founder untuk laman web Hebats.Com, bermula daripada hobi rekabentuk grafik, muzik dan membaca artikel, sehinggalah perkongsian melalui laman web ini.

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com