Kritikan Yang Membangun

0
41

Kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut” (Galatia 6:1)

Dave dan isterinya, Sue, ditanya tentang seni memberi kritik yang membangun. Sue berkata, “Saya rasa teladan Kristus dalam Yohanes 1:14 akan sangat menolong kita. Di dalam ayat itu digambarkan betapa Yesus adalah peribadi yang ‘penuh kasih karunia dan kebenaran.’ Saya pernah melihat seorang ibu dan anaknya. Jika wajah anaknya kotor, sang ibu tidak akan memarahi anaknya. Sebaliknya, ia melakukan suatu tindakan yang penuh kasih. Ia mengambil lap, membubuhkan sabun dan air, dan berkata, “Sayang, betapa kotor wajahmu! Ceritakan pada Ibu mengapa wajahmu sampai begini kotor.’ Sambil menegur dan mendengarkan cerita anaknya, sang ibu terus membasuh wajah anaknya. Ketika saya harus bersikap jujur pada Dave, saya berusaha melakukannya dengan cara yang penuh kasih, seperti sang ibu yang mengambil kain lap tadi, sambil tetap berbicara jujur tentang kotoran yang melekat.”

Dalam Galatia 6:1, Rasul Paulus menunjukkan sikap yang lembut dan penuh kasih, sebagai teladan bagi kita dalam memperlakukan sesama. Ketika kita hendak menegur kesalahan mereka, ingatlah betapa Kristus sendiri begitu lembut ketika menunjukkan kesalahan kita. Walaupun Yesus berduka saat kita gagal, Dia tak pernah bersikap sinis. Dia memang meminta pertanggungjawaban kita, tetapi Dia tetap mendukung kita dengan kasih-Nya. Teguran-Nya lembut tetapi tegas. Dia pun selalu cepat mengampuni.

Jika kita perlu mengkritik, perlakukanlah orang lain sebagaimana Yesus memperlakukan kita.

Bapa yang disurga kami mengucap syukur akan hadirat-Mu dan kebenaran-Mu. Ajarlah kami untuk tetap setia dalam Firman-Mu dan jadilah kami pembina serta pembangun iman kepada orang lain. Terpujilah Tuhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here