Setia Dalam Perkara Kecil

0
28

Dalam Matius 25:14-30 dituliskan perumpamaan tentang talenta di mana seorang yang mau pergi ke luar negeri memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan harta-hartanya pada mereka.Masing-masing menurut kesanggupannya diberikan lima talenta, dua talenta, dan satu talenta.

Namun hanya hamba yang menerima lima dan dua talenta yang dapat memikul tanggung jawab yang diberikan dengan baik karena mampu mengembalikan talenta ditambah labanya.

“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21).

Ramai orang yang tidak bersabar dengan proses yang dijalani, terlebih lagi ketika apa yang diharapkan tidak seperti kenyataan.

Sebahagian meeka menganggap seumpama diberikan tanggung jawab yang kecil sehingga tidak memberi yang terbaik.

Beremula dari hal-hal yang kecil memang memerlukan kesetiaan. Kerana kesetiaan dalam melakukan pekerjaan merupakan modal untuk mengembangkan tanggungjawab yang lebih besar yang akan dipercayakan oleh Tuhan. Tuhan akan menilai seberapa setianya kita mengerjakan atau melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang kita pikul itu.

Pengkhotbah menuliskan, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga” (Pengkhotbah 9:10).

Hal apapun yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini untuk dikerjakan, walaupun hal itu merupakan perkara yang remeh dalam pandangan orang lain, kerjakanlah itu dengan sukacita dan kesungguhan hati seperti kita mengerjakannya untuk Tuhan.

Hamba yang setia dengan perkara kecil akan dipercayakan menangani perkara yang lebih besar.

Setiap hal yang besar berasal dari hal-hal yang kecil, dan hal-hal kecil itu jika dikerjakan dengan tekun bersama Tuhan tidak akan sia-sia.

Kerana itu, setialah dalam setiap perkara meskipun kecil, dan bersedia melaksanakannya dengan terbaik.

Semua itu adalah proses untuk memperkuat jati diri kita agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, dia juga setia dalam perkara-perkara besar.

Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. (Lukas 16:10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here