Teladani Maria & Yusuf

0
94

Matius 1:18-21 (TB) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

Shalom saudara-saudara, tujuan kelahiran Yesus dibumi ini adalah untuk keselamatan umat manusia. Namun saat Yesus harus dilahirkan dibumi, Tuhan mencari peribadi yang benar-benar rela menjadi alat ditangan-Nya sebagai saluran untuk melahirkan Yesus. Orang itu adalah Maria dan Yusuf.

Apakah teladan yang kita dapat contohi dari kehidupan Maria dan Yusuf?

A. Teladan dari Maria:

1. Teladan kesucian sebagai seorang perawan – Lukas 1:27, perawan ertinya orang yang belum kawin. Dalam erti kata yang lain perawan itu adalah seorang yang kudus. Pelajaran yang kita dapati disini adalah dalam hal kekudusan. Seorang pemudi haruslah dapat menjaga kekudusan dirinya, jangan biar dijamah oleh siapa-siapa sebelum berkawin walau pun orang mengatakan aku sangat mencintaimu dan benar-benar akan mengawinimu. Banyak perampuan telah tertipu dengan janji-janji manis dari seorang lelaki sehingga kekudusan dirinya dicemarkan. Kalaulah setiap pemudi menjadikan Maria sebagai teladan kehidupannya, pastilah dia akan berusaha menjaga kekudusan dirinya sama seperti Maria tadi.

– Pada umumnya kita semua harus menjaga kekudusan hidup dihadapan Tuhan pada setiap masa, bukan hanya pemuda pemudi sahaja. Kerana setiap orang percaya baik perampuan maupun lelaki adalah sama yaitu harus hidup sama seperti seorang perawan yang benar-benar menjaga kekudusannya, yang tidak dipunyai oleh dunia atau iblis lagi melainkan dipunyai sepenuhnya oleh Tuhan Yesus sahaja.

2. Teladan berkorban – Matius 1:18. Apa kata orang disekelilingnya bila melihat Maria dengan tiba-tiba saja mengandung kerana semua orang tahu bahawa dia belum berkawin? Dan apa pula kata Yusuf tunangannya bila melihat dia sedang mengandung? Namun Maria sudah bersedia untuk sebarang kemungkinan. Inilah pengorbanan Maria, ia rela menanggung malu dihadapan orang ramai demi menjadi hamba Allah untuk melahirkan Yesus sebagai juruselamat. Kita pun perlu memiliki pengorbanan seperti Maria. Ada kalanya saat melakukan pelayanan apapun bentuknya, tidak semua orang menghargai pelayanan kita bahkan terkadang terang-terangan mengucapkan kata-kata yang menyinggung hati dan memalukan. Namun ingatlah pengorbanan Maria, bahkan Tuhan Yesus sendiri setelah dewasa dan melayani, namun umat-Nya sendiri tidak menerima dan tidak menghargai pelayanan-Nya.

B. Teladan dari Yusuf:

1. Teladan ketulusan – ay.19, Oleh kerana Yusuf seorang yang tulus hati, maka ia tidak ingin mencemarkan nama Maria dimuka umum. Setelah Yusuf melihat Maria mengandung padahal belum berkawin dengan dia bahkan tidak pernah tidur bersama dengan dia sebelum ini, ia bermaksud menceraikannya tetapi secara diam-diam. Kita pun harus memiliki hati yang tulus, tidak semaunya mencemarkan dan mempermalukan nama rakan didepan orang. Kalau kita sering menceritakan kelemahan rakan didepan orang sesungguhnya kita sedang mencemarkan namanya dimuka umum. Jadi belajarlah dari ketulusan Yusuf yang tidak ingin mencemarkan nama Maria walau pun mungkin Yusuf terluka hati kerana melihat Maria sedang mengandung.

2. Teladan kepatuhan – ay.20-24, Sementara Yusuf mempertimbangkan niatnya untuk menceraikan Maria, malaikat Tuhan datang kepada Yusuf didalam mimpi untuk memberi penjelasan perihal anak yang dalam kandungan Maria, lalu menasihatkan dia supaya mengambil Maria menjadi isterinya tanpa takut, dan Yusuf pun patuh. Kita pun harus bersikap patuh kepada perintah Tuhan keatas hidup kita. Firman Tuhan adalah ajaran yang semua anak-anak Tuhan harus berusaha mematuhinya bukan sekadar dijadikan sebagai ilmu pengetahuan sahaja.

Jagalah kekudusan hidup kita pada sepanjang masa. Siaplah berkorban, dan milikilah ketulusan hati dan kepatuhan kepada kehendak Tuhan. Teladanilah sikap Maria dan Yusuf, maka hidup kita akan berkenan dihati Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here